Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam memicu permintaan tinggi terhadap produk-produk kebutuhan sehari-hari yang bebas dari bahan kimia berbahaya. Merespons tren pasar global tersebut, jurusan Kimia Industri di SMK Tarbiyatul Ulum melakukan inovasi melalui pembuatan Sabun Aromaterapi. Produk ini bukan sekadar sabun pembersih biasa, melainkan hasil riset mendalam yang menggabungkan keahlian formulasi kimia dengan pemanfaatan bahan-bahan alami yang melimpah di lingkungan sekitar sekolah. Fokus utama dari riset ini adalah menciptakan produk perawatan tubuh yang berkualitas tinggi namun tetap memiliki jejak karbon yang rendah.
Konsep Ramah Lingkungan menjadi pilar utama dalam pengembangan produk ini. Siswa diajarkan untuk menghindari penggunaan surfaktan sintetis seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate) yang sulit terurai oleh alam dan dapat mencemari sumber air. Sebagai gantinya, mereka menggunakan minyak nabati seperti minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak kelapa sawit yang diproses melalui metode saponifikasi dingin (cold process). Metode ini dipilih karena tidak memerlukan energi panas yang besar dalam produksinya, sehingga lebih hemat energi dan mampu menjaga kualitas nutrisi dari bahan alami yang digunakan agar tetap bermanfaat bagi kulit.
Dalam proses Riset Kimia Industri ini, para siswa di SMK Tarbiyatul Ulum juga melakukan eksperimen ekstraksi minyak atsiri dari berbagai tumbuhan aromatik seperti serai wangi, lavender, dan kulit jeruk. Minyak atsiri ini memberikan aroma relaksasi alami yang tidak hanya harum, tetapi juga memiliki fungsi terapeutik bagi pemakainya. Ketelitian dalam mengukur pH sabun menjadi hal yang sangat diperhatikan untuk memastikan produk akhir aman digunakan untuk semua jenis kulit tanpa menimbulkan iritasi. Kemampuan analitis ini melatih siswa untuk bekerja dengan standar laboratorium industri yang ketat dan disiplin.
Pihak SMK Tarbiyatul Ulum memberikan keleluasaan bagi siswa untuk mengeksplorasi bahan tambahan organik lainnya seperti arang aktif, kunyit, hingga ampas kopi sebagai bahan eksfoliasi alami. Pemanfaatan limbah organik ini memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjadi solusi bagi permasalahan sampah di lingkungan sekitar. Produk sabun ini dikemas menggunakan bahan yang mudah didaur ulang atau bahkan tanpa plastik sama sekali (zero waste packaging). Langkah ini merupakan bagian dari edukasi kepada siswa dan konsumen mengenai pentingnya meminimalisir sampah plastik dalam gaya hidup modern.