Keterlibatan sekolah kejuruan dalam pembangunan komunitas adalah wujud nyata dari tanggung jawab sosial. Di SMK Tarbiyatul Ulum, semangat ini diwujudkan melalui Kerjasama Apik dengan masyarakat setempat, yang berpuncak pada keberhasilan mereka Bangun Fasilitas Ibadah Bersama. Kisah ini bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi tentang harmonisasi keterampilan vokasi siswa dengan kebutuhan riil warga desa, menciptakan ikatan kuat yang saling menguntungkan dan berkelanjutan.
Inti dari Kerjasama Apik ini adalah inisiatif siswa dari jurusan Teknik Konstruksi dan Properti (TKP) yang melihat adanya kebutuhan mendesak untuk merenovasi atau membangun Fasilitas Ibadah Bersama di desa mitra sekolah. Daripada hanya memberikan sumbangan dana, pihak SMK memutuskan untuk mengaplikasikan langsung keahlian yang dimiliki siswa dan guru mereka. Siswa TKP bertanggung jawab penuh atas perencanaan teknis, pengukuran material, dan sebagian besar pekerjaan konstruksi, di bawah bimbingan langsung dari guru-guru profesional mereka.
Proyek ini menjadi laboratorium hidup bagi para siswa. Mereka mendapatkan pengalaman praktis yang tak ternilai dalam mengelola proyek nyata—mulai dari membaca blueprint, menghitung anggaran material yang efisien, hingga praktik pengelasan, pemasangan kerangka atap, dan finishing. Sementara siswa menyediakan tenaga terampil dan keahlian teknis, Warga Desa memberikan kontribusi non-teknis berupa tenaga kerja sukarela (gotong royong), penyediaan logistik, dan bahan baku lokal, menciptakan suasana “Berkah Bersama” yang hangat. Kerjasama Apik ini memastikan bahwa proyek tersebut bukan hanya milik sekolah, tetapi benar-benar dijiwai oleh komunitas.
Hasilnya adalah pembangunan atau renovasi Fasilitas Ibadah Bersama yang kokoh, fungsional, dan ramah lingkungan. Nilai tambah proyek ini adalah dampak sosial yang melampaui bangunan fisik. Siswa belajar tentang etika kerja, komunikasi dengan masyarakat, dan pentingnya ketulusan dalam pengabdian, yang merupakan pelajaran karakter yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas. Bagi Warga Desa, mereka mendapatkan fasilitas ibadah yang layak berkat keterampilan generasi muda di lingkungan mereka. Proyek ini menegaskan peran SMK Tarbiyatul Ulum sebagai pusat keterampilan yang berintegrasi erat dengan kebutuhan sosial, membangun jembatan kepercayaan dan manfaat yang berkelanjutan antara institusi pendidikan dan masyarakat luas.