Di era globalisasi yang menawarkan berbagai budaya asing melalui layar ponsel, menjaga identitas bangsa menjadi tantangan yang semakin berat bagi generasi muda. Banyak tradisi lokal yang mulai luntur karena dianggap kuno atau tidak relevan dengan zaman modern. Namun, semangat berbeda ditunjukkan oleh SMK Tarbiyatul Ulum yang secara konsisten berupaya menjaga nyala api warisan leluhur. Sekolah ini mengambil langkah berani untuk Lestarikan Budaya dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal ke dalam ekosistem pendidikan mereka secara mendalam dan berkelanjutan.
Salah satu pilar utama dalam gerakan ini adalah dibukanya Kelas Seni yang menjadi wadah bagi para siswa untuk mengeksplorasi bakat mereka di bidang kebudayaan. Kelas ini bukan sekadar ekstrakurikuler formalitas, melainkan sebuah ruang kreasi di mana setiap siswa diajarkan untuk mencintai dan mempraktikkan seni pertunjukan serta kerajinan tangan khas daerah. Dengan mendatangkan maestro seni lokal sebagai pengajar tamu, pihak sekolah memastikan bahwa ilmu yang diturunkan kepada siswa adalah pakem yang asli namun tetap diberikan sentuhan inovasi agar tetap menarik.
Fokus utama pada pembelajaran ini adalah Tradisional dalam arti yang luas. Siswa tidak hanya belajar menari atau memainkan alat musik, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap gerakan dan nada yang dihasilkan. Misalnya, dalam kelas karawitan atau tari daerah, mereka belajar tentang tata krama, kesabaran, dan harmoni—nilai-nilai yang sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter unggul di masa depan. SMK Tarbiyatul Ulum percaya bahwa dengan mengenal akar Lestarikan Budaya, seorang siswa akan memiliki rasa percaya diri yang kuat saat kelak harus berinteraksi dengan dunia luar.
Selain seni pertunjukan, sekolah ini juga mengembangkan workshop kriya yang fokus pada pembuatan busana adat atau alat musik tradisional secara mandiri. Hal ini sejalan dengan identitas SMK sebagai sekolah kejuruan, di mana aspek keterampilan tangan sangat ditekankan. Para siswa diajarkan bahwa seni tradisional juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi jika dikelola dengan manajemen yang modern. Mereka didorong untuk menciptakan produk-produk kreatif berbasis budaya yang bisa dipasarkan melalui platform digital, sehingga tradisi tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga berkembang secara finansial.